Cerita Seks Mantap

Mengali informasi sex dan cerita seks Lengkap

AGUNGPOKER-AGENPOKERTERPERCAYA
AGUNGPOKER-AGENPOKERTERPERCAYA

Breaking

Wednesday, October 25, 2017

Cerita Dewasa Sex Dengan Pembantuku Penuh Nafsu

Cerita Dewasa Sex Dengan Pembantuku Penuh Nafsu - Tante Bella sudah cukup lama menjadi pembantu di rumah Tuan Jony. Ini merupakan tahun ketiga ia bekerja di sana. Tante Bella merasa kerasan karena keluarga Tuan Jony cukup baik memperlakukannya bahkan memberikan lebih dari apa yang diharapkan oleh seorang pembantu. 



Tante Bella sadar akan hal ini, terutama akan kebaikan Tuan Hartono, yang dianggapnya terlalu berlebihan.

Namun ia tak begitu memikirkannya. Sepanjang hidupnya terjamin, iapun dapat menabung kelebihannya untuk jaminan hari tua. Perkara kelakuan Tuan Jony yang selalu minta dilayani jika kebetulan istrinya tak ada di rumah, itu adalah perkara lain. Ia tak memperdulikannya bahkan ikut menikmati pula.

Walaupun orang kampung, Tante Bella tergolong wanita yang menarik. Usianya tidak terlalu tua, sekitar 32 tahunan. Penampilannya tidak seperti perempuan desa. Ia pandai merawat tubuhnya sehingga nampak masih sintal dan menggairahkan. Bahkan Tuan Jony sangat tergila-gila melihat kedua payudaranya yang montok dan kenyal. Kulitnya agak gelap namun terawat bersih dan halus. Soal wajah meski tidak tergolong cantik namun memiliki daya tarik tersendiri. Sensual! Begitu kata Tuan Jony saat pertama kali mereka bercinta di belakang dapur suatu ketika.



Dalam usianya yang tidak tergolong muda ini, Tante Bella masih memiliki gairah yang tinggi karena ternyata selain berselingkuh dengan majikannya, ia pernah bercinta pula dengan Kang Ujang, Satpam penjaga rumah.

Perselingkuhannya dengan Kang Ujang berawal ketika ia lama ditinggalkan oleh Tuan Jony yang sedang pergi ke luar negeri selama sebulan penuh. Selama itu pula Tante Bella merasa kesepian, tak ada lelaki yang mengisi kekosongannya. Apalagi di saat itu udara malam terasa begitu menusuk tulang. Tak tahan oleh gairahnya yang meletup-letup, ia nekat menggoda Satpam itu untuk diajak ke atas ranjangnya di kamar belakang.

Malam itu, Tante Bella kembali tak bisa tidur. Ia gelisah tak menentu. Bergulingan di atas ranjang. Tubuhnya menggigil saking tak tahannya menahan gelora gairah seksnya yang menggebu-gebu.

Malam ini ia tak mungkin menantikan kehadiran Tuan Jony dalam pelukannya karena istrinya ada di rumah. Perasaannya semakin gundah kala membayangkan saat itu Tuan Jony tengah menggauli istrinya. Ia bayangkan istrinya itu pasti akan tersengal-sengal menghadapi gempuran Tuan Jony yang memiliki ’senjata’ dahsyat. Bayangan batang kontol Tuan Jony yang besar dan panjang itu serta keperkasaannya semakin membuat Tante Bella nelangsa menahan nafsu syahwatnya sendiri. 
Sebenarnya terpikir untuk memanggil Kang Ujang untuk menggantikannya namun ia tak berani selama majikannya ada di rumah.

Kalau ketahuan hancur sudah akibatnya nasib mereka nantinya. Akhirnya Tante Bella hanya bisa mengeluh sendiri di ranjang sampai tak terasa gairahnya terbawa tidur.

Dalam mimpinya Tante Bella merasakan gerayangan lembut ke sekujur tubuhnya. Ia menggeliat penuh kenikmatan atas sentuhan jemari kekar milik Tuan Jony . Menggerayang melucuti kancing baju tidurnya hingga terbuka lebar, mempertontonkan kedua buah dadanya yang mengkal padat berisi. 



Tanpa sadar Tante Bella mengigau sambil membusungkan dadanya.
“Remas.. uugghh.. isep putingnya.. aduuhh enaknya..”

Kedua tangan Tante Bella memegang kepala itu dan membenamkannya ke dadanya. Tubuhnya menggeliat mengikuti jilatan di kedua putingnya. Tante Bella terengah-engah saking menikmati sedotan dan remasan di kedua payudaranya, sampai-sampai ia terbangun dari mimpinya.

Perlahan ia membuka kedua matanya sambil merasakan mimpinya masih terasa meski sudah terbangun. Setelah matanya terbuka, ia baru sadar bahwa ternyata ia tidak sedang mimpi. Ia menengok ke bawah dan ternyata ada seseorang tengah menggumuli bukit kembarnya dengan penuh nafsu. Ia mengira Tuan Jony yang sedang mencumbuinya.

Dalam hati ia bersorak kegirangan sekaligus heran atas keberanian majikannya ini meski sang istri ada di rumah. Apa tidak takut ketahuan. Tiba-tiba ia sendiri yang merasa ketakutan. Bagaimana kalau istrinya datang?

Tante Bella langsung bangkit dan mendorong tubuh yang menindihnya dan hendak mengingatkan Tuan 

Jony akan situasi yang tidak memungkinkan ini. Namun belum sempat ucapan keluar, ia melihat ternyata orang itu bukan Tuan Jony ?! Yang lebih mengejutkannya lagi ternyata orang itu tidak lain adalah Jojon, putra tunggal majikannya yang masih berumur 20 tahunan!?



“Mas Jojon?!” pekiknya sambil menahan suaranya.

“Mas ngapain di kamar Tante ?” tanyanya lagi kebingungan melihat wajah Jojon yang merah padam.

Mungkin karena birahi bercampur malu ketahuan kelakuan nakalnya.

“Tante .. ngghh.. anu.. ma-maafin Jojon..” katanya dengan suara memelas.

Kepalanya tertunduk tak berani menatap wajah Tante Bella.

“Tapi.. barusan nga.. ngapain?” tanyanya lagi karena tak pernah menyangka anak majikannya berani berbuat seperti itu padanya.

“Jojon.. ngghh.. tadinya mau minta tolong Tante bikinin minuman..” katanya menjelaskan.

“Tapi waktu liat Tante lagi tidur sambil menggeliat-geliat. . ngghh.. Jojon nggak tahan..” katanya kemudian.

“Oohh.. Mas Jojon.. itu nggak boleh. Nanti kalau ketahuan Papa Mama gimana?” Tanya Tante Bella.

“Jojon tahu itu salah.. tapi.. ngghh..” jawab Jojon ragu-ragu.

“Tapi kenapa?” Tanya Tante Bella penasaran

“Jojon pengen kayak Kang Ujang..” jawabnya kemudian.
Kepala Tante Bella bagaikan disamber geledek mendengar ucapan Jojon. Berarti dia tahu perbuatannya dengan Satpam itu, kata hatinya panik. Wah bagaimana ini?

“Kenapa Mas Jojon pengen itu?” tanyanya kemudian dengan lembut.

“Jojon sering ngebayangin Tante .. juga.. ngghh.. anu..”

“Anu apa?” desak Tante Bella makin penasaran.

“Jojon suka ngintip.. Tante lagi mandi,” akunya sambil melirik ke arah pakaian tidur Tante Bella yang sudah terbuka lebar.

Jojon melenguh panjang menyaksikan bukit kembar montok yang menggantung tegak di dada pengasuhnya itu. Tante Bella dengan refleks merapikan bajunya untuk menutupi dadanya yang telanjang. 



Kurang ajar mata anak bau kencur ini, gerutu Tante Bella dalam hati. Nggak jauh beda dengan Bapaknya.

“Boleh khan Tante ?” kata Jojon kemudian.

“Boleh apa?” sentak Tante Bella mulai sewot.

“Boleh itu.. ngghh.. anu.. kayak tadi..” pinta Jojon tanpa rasa bersalah seraya mendekati kembali Tante Bella .
“Mas Jojon jangan kurang ajar begitu sama perempuan.., ” katanya seraya mundur menjauhi anak itu. “Nggak boleh!”

“Kok Kang Ujang boleh? Nanti Jojon bilangin lho..” kata Jojon mengancam.

“Eh jangan! Nggak boleh bilang ke siapa-siapa. .” kata Tante Bella panik.

“Kalau gitu boleh dong Jojon?”

Kurang ajar bener anak ini, berani-beraninya mengancam, makinya dalam hati. Tapi bagaimana kalau ia bilang-bilang sama orang lain. Oh Jangan. Jangan sampai! Tante Bella berpikir keras bagaimana caranya agar anak ini dapat dikuasai agar tak cerita kepada yang lain. Tante Bella lalu tersenyum kepada 

Jojon seraya meraih tangannya.

“Mas Jojon mau pegang ini?” katanya kemudian sambil menaruh tangan Jojon ke atas buah dadanya.

“Iya.. ii-iiya..,” katanya sambil menyeringai gembira.
Jojon meremas kedua bukit kembar milik Tante Bella dengan bebas dan sepuas-puasnya. “Gimana Mas .. enak nggak?” Tanya Tante Bella sambil melirik wajah anak itu.

“Tampan juga anak ini, walau masih ingusan tapi ia tetap seorang lelaki juga”, pikir Tante Bella.

Bukankah tadi ia merindukan kehadiran seorang lelaki untuk memuaskan rasa dahaga yang demikian menggelegak? Mungkin saja anak ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, tetapi dari pada tidak sama sekali?



Setelah berpikiran seperti itu, Tante Bella menjadi penasaran. Ingin tahu bagaimana rasanya bercinta dengan anak kecil. Tentunya masih polos, lugu dan perlu diajarkan. Mengingat ini hal Tante  Bella jadi terangsang. Keinginannya untuk bercinta semakin menggebu-gebu. Kalau saja lelaki ini adalah Tuan 

Jony, tentunya sudah ia terkam sejak tadi dan menggumuli batang kontolnya untuk memuaskan nafsunya yang sudah ke ubun-ubun. Tapi tunggu dulu. Ia masih anak-anak. Jangan sampai ia kaget dan malah akan membuatnya ketakutan.

Lalu ia biarkan Jojon meremas-remas buah dadanya sesuka hati. Dadanya sengaja dibusungkan agar anak ini dapat melihat dengan jelas keindahan buah dadanya yang paling dibanggakan. 

Jojon mencoba memilin-milin putingnya sambil melirik ke wajah Tante Bella yang nampak meringis seperti menahan sesuatu…Lihat Selanjutnya

No comments:

Post a Comment

×
Bokep Online ML 69